Setelah Jelajahi Mesir, The Next Waldjinah Bawa Keroncong ke Aljazair

loading…

Indra Utama Tamsir memiliki keinginan yang kuat untuk menunjukkan eksistensi dan totalitasnya dalam memperkenalkan musik keroncong ke dunia internasional. / Foto: KoranSINDO/Thomas Manggalla

JAKARTA – Musik keroncong semakin mendapatkan apresiasi, terutama di tingkat dunia. Sementara di dalam negeri, sudah terdapat banyak talenta muda dalam musik keroncong yang berasal dari luar Pulau Jawa. Akan tetapi, mereka masih kurang mendapatkan media untuk menyalurkan bakatnya tersebut.

Hal tersebut sebagaimana yang diungkapkan oleh penyanyi keroncong kenamaan Indonesia, Indra Utami Tamsir ketika melakukan jumpa pers peluncuran album barunya “Mustika Indonesia” di kawasan Dharmawangsa, Jakarta Selatan, belum lama ini.

“Ini bukti kalau musik keroncong ternyata sangat dihargai di mana-mana, bukan hanya milik orang Pulau Jawa tetapi juga dari daerah lainnya. Saya ingin mensosialisasikan musik keroncong pada anak muda tentang musik asli Indonesia ini,” tutur satu-satunya pejuang keroncong kekinian di era millennial itu.

Selanjutnya, Iut, begitu biasa Indra Utama disapa, dengan dukungan Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN) berencana untuk kembali menggelar konser di luar negeri, yakni Aljazair. Selain mengenalkan, mereka juga ingin sekaligus menggemakan musik keroncong kepada warga dunia yang mencintai keroncong.

“Enam bulan lalu keroncong kita bawa ke Mesir, animo luar biasa bukan hanya masyarakat Indonesia tapi dari Mesir. Dan pada 6 Juni 2019 diundang lagi merayakan lahirnya Presiden Soekarno, akan menggelar 7 hari berturut konser di Aljazair, karena negara ini merdeka berkat jasa Soekarno,” jelas Ketua Umum KSBN, Mayjen TNI (Purn) Hendardji Soepandji.

“Pada 22 Juni menggelar Festival Majapahit dengan iringan keroncong di Candi Trowulan, Jawa Timur. Bagi saya, musik keroncong fleksibel, event digelar bukan hanya tampil sendiri tapi banyak memberikan ruang kepada karya seni lain,” lanjutnya.

Mencoba kilas balik, pada Mei lalu, Iut sempat mengharumkan nama Indonesia sekaligus mengangkat harkat musisi keroncong kala membawakan lagu keroncong “Bengawan Solo” karya Gesang dengan luar biasa dan mampu menghipnosis penonton yang menghadiri Festival Ramadhan 2018 di Alexandria Opera House, Mesir.

Saat di Mesir, perempuan yang dinilai sebagai The Next Waldjinah itu juga membawakan lagu keroncong Dewi Murni dan Roda Dunia, serta Indonesia Pusaka yang dikemas dengan iringan musik keroncong.

Sementara itu, pecinta keroncong, Wijanarko mengatakan, musik keroncong sekarang menjadi musik yang harus diperjuangkan eksistensinya, terutama oleh anak muda.”Sekarang RRI sudah tidak menyiarkan keroncong lagi, dan bukan hanya seorang Indra Utami Tamsir saja yang harus melestarikan keroncong, tapi kita semua harus melestarikan keroncong,” paparnya.

Tidak jauh berbeda, pengamat musik Bens Leo menekankan hal serupa. “Saya berharap agar yang bermain musik itu datang dari generasi muda, penting adanya regenerasi untuk meneruskan musik keroncong ini tetap ada dan lestari,” ujarnya.

(nug)