Serunya Berburu Dessert Kekinian di Jakarta Street Food

loading…

MAKANAN yang terlihat menarik, bagus difoto, dan enak masih menjadi tren yang berkembang untuk kuliner di Jakarta.

Seperti beberapa gerai yang masih mengembangkan ide kuliner kekinian pada acara Jakarta Street Food 2018 di Mal Kelapa Gading. Melihat antusiasme pengunjung yang besar, event ini ternyata diperpanjang hingga 9 Desember 2018.

KORAN SINDO pun berkeliling dan ikut mencicipi beberapa kuliner yang ada. Tahun ini Jakarta Street Food memiliki 50 booth, 7 gerobak, dan 2 food truck. Beberapa yang menarik untuk dicoba adalah dessert atau makanan penutup kekinian.

Salah satunya yang meramaikan event kuliner Jakarta Street Food Festival 2018 adalah Booth Alpukat Kocok by What The Voc. Berbeda dengan alpukat lainnya, alpukat kocok dibuat dengan mengambil daging buah alpukat yang kemudian dikocok dengan sendok dan diberi tambahan es batu dan bahan lain.

“Alpukat kocok isi daging buahnya lebih banyak dibanding jus alpukat, kami pakai 150-180 gram dan alpukat yang digunakan merupakan pilihan,” ungkap Edward, Marketing Alpukat Kocok by What The Voc.

Selama ini, menurut Edward, orang hanya mengenal alpukat mentega sebagai alpukat yang paling enak. Tetapi, sebenarnya masih banyak jenis alpukat lain yang tidak kalah rasanya. Seperti alpukat dari Medan, Aceh, dan beberapa daerah lain di Indonesia.

Untuk alpukat kocok ini, sebenarnya makanan tersebut berasal dari Medan yang disebut pokat kocok. Bila datang ke gerainya, alpukat kocok by What The Voc memiliki variasi lain yang bisa Anda pilih. Misalnya, dicampur bahan lain seperti kental manis yang semuanya merupakan bahan asli.

Semuanya bisa dicampur sesuai keinginan dan selera. Jangan tanya bagaimana rasanya, ada legit rasa alpukat dan manisnya bahan lain yang tentu cocok dimakan saat cuaca siang yang terik maupun hujan.

Selain sedang mengikuti event Jakarta Street Food, alpukat kocok by What The Voc juga punya gerai di Grand Galaxy City, Bekasi Selatan. Dessert lainnya yang terlihat menarik di Jakarta Street Food 2018 adalah cendol pelangi.

Sesuai namanya, cendol dibuat dengan warna-warna menarik yang kalau difoto terlihat menggoda untuk dicoba. Meski warnanya nyentrik, pembeli tidak perlu khawatir karena semua bahan pewarna makanan yang dipakai alami dan aman dikonsumsi.

Seperti cendol pada umumnya, cendol juga ditambahkan santan, gula merah, kental manis, kelapa, bahkan bisa ditambahkan durian. Manis dari gula merah disediakan terpisah sesuai selera pembeli. Mulanya agak aneh menyeruput cendol warna-warni ini, tapi rasanya hampir sama.

Ada santan yang tidak begitu terasa kental, lalu tambahan manis gula aren melengkapi isi cendol yang warna-warni. Selain itu, masih ada gerai Squidmore dan Mr Jhon Singapore yang juga cocok dijadikan makanan kudapan.

Squidmore menjadi jajanan yang asyik untuk camilan, di mana daging cumi-cumi diolah menjadi lebih menarik dalam tambahan berbagai rasa. Sementara Mr Jhon Singapore merupakan roti john Singapore yang terkenal di Negara tetangga kita.

Olahan rotinya sedemikian rupa ditambahkan berbagai pelengkap yang bisa dipilih sesuai kesukaan Anda. Ada juga camilan yang merupakan kudapan seru seperti pentol yang ada di gerai Ngidam Pentol yang merupakan jajanan bakso tusuk.

Pentol ini biasanya memang sering ditemui sebagai jajanan kaki lima atau pedagang keliling. Jajanan ini enak dicampur saus maupun bumbu kacang dan kecap, bahkan mayones, tergantung selera.

Penasaran ingin langsung mencoba? Langsung saja datang ke Jakarta Street Food 2018 yang masih akan ada hingga 9 Desember 2018 dengan waktu kunjungan setiap Senin-Kamis mulai pukul 17.00 WIB dan Jumat, Sabtu, Minggu mulai jam makan siang hingga tutup mal.

(don)