Resort di Bali Ini Larang Pemakaian Smartphone di Kolam Renang

loading…

Ayana Resort dan Spa di Bali memberlakukan peraturan baru dengan melarang para tamunya menggunakan smartphone saat berada di tepi kolam renang. (Virgin Australia)

DENPASAR – Beberapa hotel dan resor bergantung pada media sosial untuk mendapatkan tamu yang terinspirasi untuk berkunjung. Namun, Ayana Resort and Spa di Bali justru melakukan sebaliknya. Penginapan ini menggunakan pendekatan yang berbeda dengan melarang penggunaan smartphone di tepi kolam renang.

Dilansir dari CNN Travel, Ayana Resort and Spa meluncurkan program In the Moment baru-baru ini. Program ini diluncurkan untuk mendorong para tamu untuk mencabut kabel ketika mereka berada di tepi kolam renang dengan melarang penggunaan smartphone dan perangkat elektronik lainnya. Hal ini berlaku setiap hari dari jam 09.00 hingga 17.00 waktu setempat dalam sepekan.

Pada waktu yang telah ditentukan tersebut, para tamu tidak akan bisa membawa smartphone ke area kolam renang. Namun, mereka yang tidak ingin meninggalkan ponsel mereka tanpa pengawasan di kamar dapat menempatkannya di loker saat berenang.

Larangan ini tidak hanya berlaku untuk ponsel pintar, melainkan semua perangkat elektronik. Termasuk iPad, kamera digital, Kindles dan tablet. “Etos River Pool adalah untuk menciptakan tempat ketenangan, di mana para tamu kami dapat benar-benar bersantai dan berada di saat ini,” ujar seorang perwakilan dari Ayana.

Sebagai gantinya, para tamu bisa meninggalkan gadget mereka dan menggunakan kesempatan untuk membaca buku atau majalah dan berjemur. Ayana juga menyediakan beberapa hiburan non-digital yang menyenangkan seperti Jenga, setumpuk kartu dan catur magnetik.

Meski demikian, tidak semua wisatawan bisa meninggalkan gadgetnya begitu saja. Grup pemasaran OnePoll merilis data yang menunjukkan bahwa 53% pelancong Amerika tidak pernah mematikan gadget mereka saat bepergian. Fenomena itu bahkan memiliki nama nomophobia.

Sementara beberapa penggunaan telepon saat bepergian adalah karena kebutuhan dan kemudahan menggunakan aplikasi untuk menerjemahkan menu, periksa petunjuk arah atau konfirmasi pemesanan. Sekitar 20% responden mengatakan bahwa mereka memeriksa ponsel mereka setidaknya satu jam saat bepergian, sementara 14% mengaku memeriksa dua kali satu jam.

(alv)