Kolaborasi Warna Cerah Menjadi Tren Busana Tahun 2019

Kolaborasi Warna Cerah Menjadi Tren Busana Tahun 2019

Sejumlah desainer dari Pekan Mode Dunia seperti New York, London, Milan, Paris menghadirkan berbagai koleksi busana dengan warna-warna cerah. Permainan warna bold seperti merah, biru, kuning, dan pink fuschia banyak meramaikan tren busana di awal tahun 2019.

Warna cerah, cukup menjadi andalan di peragaan busana seperti di panggung New York Fashion Week (NYFW) Spring/Summer 2019. Rumah mode ternama seperti Oscar de la Renta, Pyer Moss, dan Carolina Herrera kompak menghadirkan warna kuning dengan berbagai gradasri misalnya kuning lemon ataupun kuning mustard.

Siluet feminin bervolume yang dihadirkan ketiganya terasa anggun. “Detail koleksi seperti aksesori veil dan embroidery menambah kesan classy,” ujar Chioma Nnadi Fashion News Director seperti yang dilansir dari vogue.com.

Meski dalam koleksi Pyer Moss, lebih banyak menampilkan koleksi gaun, namun dia juga menampilkan busana street wear. Kardigan panjang dengan tone warna kuning yang senada menjadikan koleksinya terlihat kasual. “Warna-warna cerah biasanya menjadi favorit para perempuan menjelang musim semi dan panas,” ujar Nnadi.

Di NYFW, cukup banyak desainer yang menampilan celana, misalnya saja Ralph Lauren, Jonathan Simkhai dan Prabal Gurung. Ketiganya kompak menghadirkan Cargo pants atau celana dengan detail banyak kantung. Celana yang menjadi fashion item dari era 1990-an ini ditampilakn Ralph Lauren Resort dalam warna tanah seperti hijau tua, cokelat, dan hitam.

Berbeda dengan Ralph Lauren Resort Prabal Gurung, lebih menghadirkan celana cargo dengan aksen tali dengan sentuhan warna neon, seperti skocking pink. Ada pun Jonathan Simkhai menghadirkan warna putih dengan aksesoris berupa ikat pinngang dari tali berwarna merah.

Celana juga ditampilkan desainer lain seperti Nanushka, Miaou, dan Maryan Nassir Zadeh. Para desainer menghadirkan celana biker pendek di atas lutut. Pilihan warna monokrom seperti hitam dan putih hingga warna terang seperti merah dengan motif garis-garis dihadirkan ketiganya.“Celana ini cukup serasi ketika berpadu dengan beragam atasan termasuk jas sekalipun,” ujar Nnadi.

Berbeda dengan NYFW yang lebih mengedepankan gaya strret wear dalam warna cerah, London Fashion Week (LFW) Spring/Summer 2019 menekankan gaya eksperimental dan avant-garde. Siluet-siluet feminim dihadirkan Simone Rocha dan Erdem.

Dalam koleksi terbarunya, Simone Rocha menghdairkan inpsirasi yang didapatnya dari latar belakang keluarganya yang berasal dari Hong Kong. Potongan bervolume dan detail cetak bunga menjadi ciri khas dari Simone Rocha. Aksesoris, berupa topi, veil, embroidery, dan motif lukisan perempuan Cina membuat koleksinya terlihat unik.

Sama halnya seperti Simone Rocha, Erdem juga menghadirkan siluet feminin dengan motif floral. Untuk koleksi terbarunya, dia menghadirkan gaya klasik Victoriana namun dalam warna pop seperti biru, kuning, pink, dan hijau. Meski didominasi kesan feminin, Erdem tak lupa memberikan sentuhan gaya maskulin lewat matador jacket, setelan jas, dan celana kulot. “Pada koleksi ini saya terinspirasi dari Thomas Ernest Boulton dan Frederick Park, dua tokoh cross-dresser Inggris dari abad ke-18,” ujar Erdem.

Sementara itu Milan Fashion Week (MYFW) Spring/Summer 2019 mengahdirkan busana dari label fashion ternama denga gaya desain yang ikonik. Duo desianer Domenico Dolce dan Stefano Gabbana melalui label Dolce & Gabbana menghadirkan kolesi yang classy dengan detail yang kaya. Busana dihiasi motif floral dalam warna bold seperti merah, hitam, dan emas.

Ada pun Prada justru membawa kembali kejayaan busana era 60-an dan 70-an melalui permainan warna dan motif print yang seru. Berbeda di koleksi sebelumnya, kali ini, Prada ingin mendobrak kesan klasik menjadi suatu yang lebih berani. “Label ini menghadirkan busana seperti cycling shorts, A-line tunics, baby doll dress, dan plunging bodysuits ,” ujar Nnadi.

Dari kota berikon Menara Eiffel, Paris Fashion Week (PFW), para desainer menghadirkan selebrasi warna-warna cerah. Deretan rumah mode ternama seperti Gucci, Channel, Balenciaga, dan Velentino kompak menghadirkan permainan warna bold seperti merah, biru, kuning, dan pink fuschia. “Gaya one shoulder, garis tegas pada shoulder pad blazer, dan aksen ruffles akan mendominasi dan akan banyak hadir di musim semi nanti,” ujar Demna Gvasalia, Direktur Kreatif Balenciaga.

Warna hitam dan putih pun masih akan tampil dominan. Meski menggubnakan warna monokrom namun Loewe, Balmin, dan Celine mensiasati agar terlihat fashionable dengan potongan geometris dan bervolumee.